Perjalananku Melepas Steroid dan Menjalani TSW
Dengan pemakaian salep steroid yang singkat namun berulang, Nara (nama samaran) memasuki fase TSW dan membagikan perjalanannya menghadapi proses panjang yang mengubah cara ia merawat kulit dan dirinya sendiri.
CKJ
1/31/20263 min read




Namaku Nara (nama samaran). Usia 28 tahun, dan aku tinggal di Kalimantan.
Perjalananku dengan salep steroid sebenarnya tidak panjang, tapi dampaknya terasa sangat besar di kulitku. Aku mulai menggunakan salep steroid pada November 2024. Pemakaiannya tidak terus-menerus, hanya on–off. Kalau dikumpulkan, total pemakaian sekitar dua bulan.
Di awal, setiap kali aku pakai, kulitku memang terasa mulus. Tapi setelah dihentikan, eksim muncul lagi. Aku pakai lagi. Berhenti lagi. Polanya terus berulang. Pemakaianku juga tidak pernah lama, biasanya hanya sekitar satu minggu setiap kali. Tapi anehnya, kalau tidak dipakai, eksim justru makin melebar.
Perkenalan dengan Salep "Herbal"
Salep pertama yang aku pakai adalah Pikangsuang. Aku sempat memakainya sampai dua kali, tapi lama-lama terasa sudah tidak berpengaruh lagi di kulitku. Setelah itu aku berhenti beberapa bulan. Bukannya membaik, eksimku malah semakin melebar. Saat itu aku sama sekali tidak tahu kalau kondisi yang aku alami sudah mengarah ke TSW.
Pada bulan Maret, aku disarankan oleh tanteku untuk memakai Zudaifu. Saat dipakai, hasilnya terlihat. Kulitku kembali mulus. Tapi begitu aku berhenti, kondisinya justru melebar lebih parah dari sebelumnya. Bodohnya, aku memakainya lagi dengan harapan bisa membaik seperti awal. Tapi kali ini tidak ada perbaikan. Efeknya sudah tidak terasa lagi di kulitku. Dan setiap kali dihentikan, reaksinya semakin luas.
Menjemput Harapan
Aku sempat berhenti lagi. Lalu muncul video Kak Dila di berandaku. Aku sering melihat videonya, scroll ke bawah, lalu mengulang lagi dari awal. Tapi jujur, aku masih belum yakin dan belum percaya kalau kondisiku sudah masuk TSW. Aku malah kembali ke dokter di akhir bulan Juni dan menggunakan salep racikan dokter selama satu minggu.
Di saat yang sama, aku masih terus menonton video-video Kak Dila. Berkali-kali. Sampai rasanya jejak aku bolak-balik menonton videonya mungkin kelihatan jelas. Semua itu pelan-pelan membuatku memberanikan diri untuk meyakinkan diri sendiri bahwa aku memang harus masuk fase TSW.
Akhirnya, aku memberanikan diri menghubungi Kak Dila lewat pesan TikTok. Saat itu aku memesan produk, tapi aku tidak menunggu barang datang untuk bergabung dengan grup. Aku langsung diberikan link komunitas Sentuh. Aku memutuskan melepas salep racikan dokter yang baru satu minggu aku pakai, tanpa tapering off.
Saat itu kondisi kulit dan tubuhku benar-benar berat. Kulitku luka basah. Aku tidak bisa tidur malam. Kalau malam, rasa gatalnya luar biasa.
Aku mulai bergabung di grup TSW pada Juli 2025. Fase flare berat yang aku alami berlangsung sekitar satu bulan. Setelah itu, aku masuk fase transisi sekitar dua bulan, dengan kondisi yang naik turun. Kadang mulus, lalu flare lagi, lalu membaik, lalu flare lagi.
Sekitar tiga bulan berikutnya, aku mulai masuk fase stabil dan regenerasi.
Selama proses pemulihan, aku mengonsumsi herbal dan suplemen. Aku juga menjalani diet, dan dietku cukup ketat di awal bulan pertama TSW.
Sekarang, kondisiku sudah jauh lebih baik. Aku sudah bisa beraktivitas normal. Aku masih mengalami flare kalau mendekati haid, tapi sudah tidak merah lagi. Kulitku hanya terasa seperti mengelupas tipis dan tidak gatal.
Aku sangat bersyukur bisa berada di komunitas ini. Perjalanan TSW benar-benar memberiku banyak pelajaran dan hikmah. Mental aku dilatih untuk punya kesabaran yang lebih luas. Aku punya banyak teman seperjuangan melawan TSW, dan aku merasa tidak sendirian lagi menjalani proses ini.
Di awal masuk grup, aku sangat panik. Tapi teman-teman di grup sangat baik. Mereka sering menyemangati aku. Aku juga sering menghubungi Kak Dila waktu itu karena saking paniknya. Seiring waktu berjalan, aku mulai bisa belajar sendiri bagaimana cara bersahabat dengan kulitku. Aku belajar berdamai dengan keadaan, menurunkan ego dan keinginan untuk cepat sembuh, tanpa terus-menerus panik.
Aku banyak belajar dari komunitas TSW ini. Hal-hal yang sering Kak Dila sampaikan atau jawab, aku catat dan tulis. Karena aku benar-benar ingin lepas dan sembuh dari ketergantungan salep steroid.
Terima kasih banyak untuk Kak Dila dan Sentuh. Mungkin aku tidak bisa membalas kebaikan itu, tapi aku percaya Allah akan membalasnya. Semoga semua yang dilakukan menjadi amal jariyah karena sudah membantu banyak teman-teman TSW.
Untuk teman-teman TSW yang baru memulai atau yang sudah lama menjalani proses ini, jangan putus asa. Tetap semangat. Yakinkan diri bahwa eksim bisa membaik tanpa harus bergantung pada salep steroid. Bukan berarti kita harus menghindari dokter, karena kita tetap membutuhkan dokter. Tapi mungkin bukan untuk mengatasi eksim dengan memberikan steroid lagi.
Aku hanya bisa membantu dengan semangat dan doa. Semoga teman-teman di sini bisa segera clear dari TSW.
